[su_row]
[su_column size=”1/2″]
MEMAKNAI POSISI PEMERINTAH DAERAH DALAM STUDI
HUBUNGAN INTERNASIONAL: PARADIPLOMASI
KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA DALAM
PENYELENGGARAAN ERAU INTERNATIONAL FOLK ART
FESTIVAL (EIFAF)
Etha Pasan
Abstrak
Penelitian ini mengambil studi kasus penyelenggaraan Erau International Folk Art Festival (EIFAF) oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Yang ingin dilihat adalah, apa kepentingan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam penyelenggaraan EIFAF? Apakah ada pertentangan kepentingan antara Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dengan Pemerintah Pusat? Serta bagaimana implementasi paradiplomasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara? Untuk memahami permasalahan tersebut maka penelitian ini menggunakan beberapa konsep yang terkait seperti konsep globalisasi, desentralisasi, nation branding dan tentunya konsep paradiplomasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepentingan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dalam penyelenggaraan EIFAF terbagi menjadi dua yakni kepentingan ekonomi dan kepentingan kultural. Dan Implementasi dari paradiplomasi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dijalankan dalam tiga bentuk yakni sebagai sponsor, koordinator dan komunikator.
Key Words: Paradiplomasi, Globalisasi, Desentralisasi, EIFAF.
[su_column size=”1/2″]
[/su_column]
[/su_row]