Skip to content

Kopertis Wil IV Serahkan Izin Operasional Prodi Hukum FISIP Unjani

KBRN, Cimahi : Perguruan Tinggi Swasta harus mampu berkompetisi untuk melahirkan lulusan yang siap diserap lapangan kerja dan bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru.

“Saat ini perguruan tinggi banyak dan kompetitor semakin banyak, namun hanya yang memiliki visi kedepan dan hanya yang bisa melahirkan kesuksesan mahasiswa, yang bisa kokoh berdiri dan menjadi pusat kepercayaan masyarakat,” ujar Koordinator Kopertis Wilayah IV Profesor Dr. Uman Suherman AS.M.PD, saat menyerahkan surat keputusan izin operasional program studi ilmu hukum FISIP Universitas Jenderal Ahmad Yani di Gedung Fakultas Psikologi Kampus Unjani Cimahi Jawa Barat, Senin (21/8/2017).

Menurut Prof Uman, ini menjadi suatu kebanggaan bagi Unjani, karena pengajuan program studi baru tidak semudah membalikkan telapak tangan karena aturan dan regulasinya semakin ketat.

“Kita tidak hanya berfikir bahwa dengan prodi baru adalah mahasiswa semakin banyak, tetapi pada hakekatnya tanggung jawab kita semakin banyak. Karena ada satu hal yang tidak bisa dipungkiri perguruan tinggi yaitu semakin banyak, program studi tetapi mengapa masyarakat masih mengeluh bahwa tidak semua lulusan perguruan tinggi itu terserap dengan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Uman menilai, Unjani cukup maju dan berkembang dari yang hanya dulu Akademi Ilmu Logam yang berada di pojok Jalan Gatot Subroto

Bandung, sekarang sudah menjadi Universitas dengan 22 program studi termasuk Kedokteran.

Namun ia mengingatkan Unjani, untuk meningkatkan kapasitas para dosennya, karena untuk meraih rangking nasional perguruan tinggi banyak ketentuan yang harus dipenuhi diantaranya tentang tenaga pengajar atau dosennya.

Sebab kata Uman dari 422 dosen yang ada di Unjani, baru setengahnya yang menjadi dosen tetap. Kemudian minimal setiap program studi harus menghasilkan satu guru besar atau Profesor.

“Saat ini perguruan tinggi semakin banyak dan kompetitor semakin banyak, sehingga perangkingan yang ditentukan oleh kemenristek ternyata lebih banyak ditentukan oleh 4 akspek utama yaitu kualitas dosen, mahasiswa, penelitian, pengabdian masyarakat, juga promosi dan publikasi.

“Tidak bisa mengandalkan masyarakat cari tahu tentang PT, tapi harus ada promosi. Yang terutama, bagaimana lulusan PT bisa terserap masyarakat,” ujarnya.

Profesor Uman menyebutkan, bila dilihat dari unsur keilmuan Hukum pada dasarnya sama dengan PT lain, hanya saja di Unjani ada unsur militer dan nuansa keprajuritan dalam keilmuannya, sehingga menjadi landasan berpikir bagi lulusan Ilmu Hukum Unjani ke depan.

“Tantangan bagi Prodi Ilmu Hukum ke depan yaitu bukan hanya mengajarkan sikap profesional dalam ilmu hukum. Prodi Hukum harus menerapkan tatanan nilai karakter, komitmen, integritas, kejujuran, tahan banting, dan berjuang membela kebaikan,” tuturnya.

Rektor Unjani Mayjen TNI Witjaksono, M.Sc., NSS., menyatakan pihaknya menyambut terbuka surat Izin Operasional Prodi Ilmu Hukum FISIP Unjani yang diserahkan Kopertis.

“Kami menilai, Ilmu Hukum penting diselenggarakan Unjani karena kami dibawah Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP) TNI AD dan dekat dengan tema peperangan,” ujarnya.

Salah satu yang didalami yaitu Manajemen Hukum Humaniter.

“Konflik militer tidak terlepas dari segi hukum, mudah-mudahan bisa jadi keunggulan Unjani dan membantu TNI AD,” imbuhnya.

Dengan adanya prodi baru, lanjut Witjaksono, diharapkan jajaran dosen dapat meningkatkan kapasitas
“Yang kami harapkan, terlahir para guru besar dari jajaran dosen Unjani. Para dosen dapat aktif membuat penelitian dan mempublikasikannya,” tandasnya. (AH/WDA)

Sumber: rri.co.id

575 Views

Leave a Reply