Focus Group Discusion #1 IRRC FISIP Unjani

IRRC FISIP UNJANI MONTHLY DISCUSSION SERIES

Focusgroupdiscussion#1 Pada hari Kamis tanggal 18 Februari 2021, Pusat Studi Hubungan Internasional mengadakan Focus Group Discussion yang terdiri dari dosen-dosen dari program studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Jenderal Achmad Yani. Kegiatan yang dilaksanakan rutin secara bulanan ini, diharapkan akan mendukung kinerja akademik para dosen untuk tetap dapat memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan di Indonesia. Diskusi kali ini dipandu oleh Ibu Jusmalia Oktaviani, S.Sos.,MA. dengan judul Your Skin Color Matters. Melalui artikel ini Pusat Studi Hubungan Internasional memberikan rangkuman hasil diskusi yang telah dilaksanakan di paragraph berikut.

Your Skin Color Matters

Oleh Jusmalia Oktaviani, S.Sos.,MA.

Dalam kehidupan sehari-hari, meskipun nilai demokrasi dan HAM telah digaungkan sejak puluhan tahun, masyarakat modern belum benar-benar lepas dari stratifikasi sosial yang didasarkan pada unsur-unsur budaya. Istilah “Colorisme” sangat erat kaitannya dengan rasisme. Namun dalam colorisme, diskriminasi sosial terjadi karena perbedaan warna kulit semata, sehingga dalam kelas-kelas sosial bahkan terjadi dalam ras, agama, ataupun suku yang sama.

Berbagai penelitian sebelumnya yang membahas Colorisme dari beberapa bidang ilmu, telah meneliti fenomena ini di berbagai negara, di antaranya di Korea Selatan, India, dan Amerika Serikat.  Dari beberapa penelitian tersebut, Colorisme mengarah pada White Supremacy, dimana mereka yang punya kulit yang lebih cerah ternyata memiliki akses yang lebih baik dibanding mereka yang berkulit lebih gelap.

Dalam rencana penelitian ini, telah dipaparkan beberapa kerangka untuk memahami fenomena colorisme, seperti poskolonialisme, poskolonialisme feminis, maupun kekerasan struktural. Sebagai hasil dari diskusi, ada beberapa penelitian yang bisa dikembangkan dari topik ini misalnya dengan lebih berfokus pada Politik Luar Negeri;  membandingkan atau dengan melakukan studi komparasi; maupun melihat sisi masyarakat lebih dalam contohnya dengan perspektif gender dan feminisme, mengingat wanita biasanya menjadi korban dalam diskriminasi yang terjadi dalam masyarakat. (Jusmalia Oktaviani)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

NEXT
PREV

Leave a Reply